Latasha dibesarkan di tengah keluarga Kristen yang taat. Sejak kecil ia biasa membaca dan mempelajari Alkitab dengan teratur. Tak heran ketika menginjak usia remaja, Latasha menjadi seorang penganut Kristen yang taat. Gereja sudah seperti rumahnya sendiri.
Latasha menikmati kehidupan relijiusnya, meski ia banyak menemui kesalahan-kesalahan dari Alkitab. Banyak kisah-kisah dalam Alkitab yang menurutnya saling bertentangan. Biasanya, ia menanyakan kebingunannya itu pada neneknya atau pastor gereja. Tapi ia tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Pada usia 20 tahun, Latasha ditunjuk untuk menjadi pastor muda di gerejanya. Ia makin giat memdalami Alkitab dan mendaftarkan diri ke Akademi Alkitab. Ia berharap dengan mendaftarkan diri ke akademi itu, ia akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya yang belum terjawab tentang hal-hal yang membingungkan dalam Alkitab.
Tapi di akademi itupun ia tidak menemukan jawaban yang memuaskan. Sehingga ia memutuskan mundur sebagai pastor muda. "Saya merasa tidak bisa memimpin lagi anak-anak muda itu karena saya sendiri bingung dan merasa ragu. Sayalah yang masih membutuhkan seorang pemimpin. Hati saya menangis di tengah kebingunan itu, karena saya merasa tidak menemukan kedamaian," ungkap Latasha.
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Langganan:
Postingan (Atom)

