Tampilkan postingan dengan label Tips Ummi Cerdas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Ummi Cerdas. Tampilkan semua postingan

11.10.09

Cara Menumbuhkan Empati Pada Anak





Anak-anak usia 2-3 tahun masih egosentris, namun bukan berarti mereka tidak bisa berempati.Coba lakukan 10 cara berikut untuk mengembangkan empati anak Anda:
Bermain Bersama
Di usia 2-3 tahun, anak mulai berminat pada permainan simbolik dan khayalan. Kembangkan imajinasi sedemikian rupa saat bermain bersamanya. Misalnya, Anda bisa berpura-pura sakit dan biarkan si kecil mengurus Anda.
Membantu Tugas Rumahtangga
Anak umur 2 tahun bisa mulai membantu mengerjakan pekerjaan ringanyang bermanfaat di rumah. Bila Anda memujinya, dengan senang hati ia melakukan untuk Anda.
Sikap mau membantu dengan sukarela berkembang dengan sendirinya jika ia terbiasa ringan tangan sedari kecil. Ini adalah awal yang baik baginya untuk memahami pekerjaan orang lain.
Membacakan Cerita
Jadikanlah mendongeng sebagai aktivitas harian Anda bersama si kecil.Membacakan cerita sambil mengobrol hal-hal penting yang terjadi hari itumerupakan kesempatan untuk mengajarinya berempati lewat tokoh cerita.

MERAWAT TANAMAN CERDASKAN ANAK



Mengajarkan anak untuk menanam serta merawat tumbuhan akan mendorong jiwa anak dapat membangun emosional yang sangat baik untuk perkembangan diri anak. Hal itu diungkapkan Psikolog Universitas Medan Area (UMA), Irna Minauli, MPsi di Medan.
Dengan menanam bunga ataupun jenis tumbuhan lainnya, anak dapat belajar cara mengasihi, menyayangi serta peduli sesama. Ketika menanam bunga, anak terlatih untuk sabar di saat merawat bunga tersebut agar tumbuh dengan subur dan tidak mati.

Warna Sayur-Buah dan Kecerdasan Otak


Sayur-mayur mutlak harus ada dalam menu makanan. Selain sebagai sumber serat, sayur punya peranan tersendiri dalam membangun otak yang cerdas, terutama untuk anak-anak. Tapi, sayur seperti apa yang harus ada dalam menu harian si kecil?
Untuk memilih sayuran, kita bisa melihat berdasarkan warnanya. Menurut ahli nutrisi Marsuzi Iskandar dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia, warna pada sayuran mengisyaratkan kandungannya. Zat aktif yang penting dalam sayur dan buah adalah fitokimia atau kelompok gizi pada tanaman dan flavonoid, senyawa antioksidan.

9.10.09

MENDIDIK ANAK TAAT SYARIAH

Oleh: Ummu Azkia

HTI-Press. Menjadi orangtua pada zaman globalisasi saat ini tidak mudah. Apalagi jika orangtua mengharapkan anaknya tidak sekadar menjadi anak yang pintar, tetapi juga taat dan salih. Menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah tidaklah cukup. Mendidik sendiri dan membatasi pergaulan di rumah juga tidak mungkin. Membiarkan mereka lepas bergaul di lingkungannya cukup berisiko. Lalu, bagaimana cara menjadi orangtua yang bijak dan arif untuk menjadikan anak-anaknya taat pada syariah?

Asah Akal Anak untuk Berpikir yang Benar

Hampir setiap orangtua mengeluhkan betapa saat ini sangat sulit mendidik anak. Bukan saja sikap anak-anak zaman sekarang yang lebih berani dan agak ‘sulit diatur’, tetapi juga tantangan arus globalisasi budaya, informasi, dan teknologi yang turut memiliki andil besar dalam mewarnai sikap dan perilaku anak.

“Anak-anak sekarang beda dengan anak-anak dulu. Anak dulu kan takut dan segan sama orangtua dan guru. Sekarang, anak berani membantah dan susah diatur. Ada saja alasan mereka!”